Laporan
Hasil Wawancara Mengenai “Rokok”
Nama
Kelompok :
§ Nanda
Panji (17)
§ Nur
Fitria R (19)
§ Nurfitriana
C (20)
§ Praditya
Hudi (23)
§ Wishnu
Kurnia (33)
§ Zakky
Rahmadi (34)
SMA
Negeri 20 Surabaya
Tahun
Ajaran 2012-2013
Rokok adalah silinder dari
kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm
(bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi
daun-daun tembakau
yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan
membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lainnya.
Rokok biasanya dijual dalam
bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat
dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir,
bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang
memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari
merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan
jantung (walaupun pada kenyataannya itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali
dipatuhi).
Jenis –
Jenis Rokok :
Rokok berdasarkan bahan pembungkus.
- Klobot: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun jagung.
- Kawung:
rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun aren.
- Sigaret:
rokok yang bahan pembungkusnya berupa kertas.
- Cerutu:
rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun tembakau.
Rokok berdasarkan bahan baku atau isi.
- Rokok
Putih: rokok yang bahan baku atau
isinya hanya daun tembakau yang diberi saus
untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.
- Rokok
Kretek: rokok yang bahan baku atau
isinya berupa daun tembakau dan cengkeh
yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.
- Rokok Klembak: rokok yang bahan baku atau isinya berupa
daun tembakau, cengkeh, dan kemenyan
yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.
Rokok berdasarkan proses pembuatannya.
- Sigaret Kretek Tangan
(SKT): rokok yang proses pembuatannya dengan cara digiling atau dilinting dengan menggunakan tangan dan atau alat bantu
sederhana.
- Sigaret Kretek Mesin
(SKM): rokok yang proses pembuatannya menggunakan mesin. Sederhananya,
material rokok dimasukkan ke dalam mesin pembuat rokok.
Keluaran yang dihasilkan mesin pembuat rokok berupa rokok batangan. Saat
ini mesin pembuat rokok telah mampu menghasilkan keluaran sekitar enam
ribu sampai delapan ribu batang rokok per menit. Mesin pembuat rokok,
biasanya, dihubungkan dengan mesin pembungkus rokok sehingga keluaran yang dihasilkan bukan lagi berupa
rokok batangan namun telah dalam bentuk pak. Ada pula mesin pembungkus rokok yang mampu
menghasilkan keluaran berupa rokok dalam pres, satu pres berisi 10 pak. Sayangnya, belum ditemukan mesin yang
mampu menghasilkan SKT karena terdapat perbedaan diameter pangkal dengan
diameter ujung SKT. Pada SKM, lingkar pangkal
rokok dan lingkar ujung
rokok sama besar.
Sigaret Kretek Mesin sendiri dapat
dikategorikan kedalam 2 bagian :
- Sigaret Kretek Mesin Full Flavor (SKM FF): rokok yang
dalam proses pembuatannya ditambahkan aroma rasa yang khas. Contoh: Gudang
Garam International, Djarum Super dan lain-lain.
- Sigaret Kretek Mesin Light Mild (SKM LM): rokok mesin
yang menggunakan kandungan tar dan nikotin yang rendah. Rokok jenis ini
jarang menggunakan aroma yang khas. Contoh: A Mild, Clas Mild, Star Mild,
U Mild, L.A. Lights, Surya Slims dan lain-lain.
- Rokok
Filter (RF): rokok yang pada bagian
pangkalnya terdapat gabus.
- Rokok
Non Filter (RNF): rokok yang pada bagian
pangkalnya tidak terdapat gabus.
Dilihat dari komposisinya :
- Bidis: Tembakau yang digulung dengan daun temburni
kering dan diikat dengan benang.Tar dan karbon monoksidanya lebih tinggi
daripada rokok buatan pabrik. Biasaditemukan di Asia Tenggara dan India.
- Cigar: Dari fermentasi tembakau yang diasapi, digulung
dengan daun tembakau. Adaberbagai jenis yang berbeda di tiap negara. Yang
terkenal dari Havana, Kuba.
- Kretek: Campuran tembakau dengan cengkeh atau aroma
cengkeh berefek mati rasa dan sakit saluran pernapasan. Jenis ini paling
berkembang dan banyak di Indonesia.
- Tembakau langsung ke mulut atau tembakau kunyah juga
biasa digunakan di AsiaTenggara dan India. Bahkan 56 persen perempuan
India menggunakan jenis kunyah. Adalagi jenis yang diletakkan antara pipi
dan gusi, dan tembakau kering yang diisap denganhidung atau mulut.
- Shisha atau hubbly bubbly: Jenis tembakau dari
buah-buahan atau rasa buah-buahanyang disedot dengan pipa dari tabung.
Biasanya digunakan di Afrika Utara, TimurTengah, dan beberapa tempat di
Asia. Di Indonesia, shisha sedang menjamur seperti dikafe-kafe
Berikut
sejumlah zat berbahaya yang terkandung di sebuah batang rokok:
Tar
- Dalam tubuh manusia, tar memicu terjadinya iritasi paru-paru dan kanker.
- Dalam tubuh perokok pasif, tar akan terkonsentrasi tiga kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.
NikotinTar
- Dalam tubuh manusia, tar memicu terjadinya iritasi paru-paru dan kanker.
- Dalam tubuh perokok pasif, tar akan terkonsentrasi tiga kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.
- Dalam tubuh manusia menimbulkan efek adiksi atau candu yang memicu peningkatan konsumsi.
- Dalam tubuh perokok pasif, nikotin akan terkonsentrasi tiga kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.
Karbon Monoksidada
- Merupakan gas berbahaya yang dapat menurunkan kadar oksigen dalam tubuh. Pengikatan oksigen oleh karbon monoksida inilah yang kemudian memicu terjadinya penyakit jantung.
- Dalam tubuh perokok pasif, gas berbahaya ini akan terkonsentrasi tiga kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.
- Merupakan gas berbahaya yang dapat menurunkan kadar oksigen dalam tubuh. Pengikatan oksigen oleh karbon monoksida inilah yang kemudian memicu terjadinya penyakit jantung.
- Dalam tubuh perokok pasif, gas berbahaya ini akan terkonsentrasi tiga kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.
- Berupa gas dan zat berbahaya yang jumlahnya mencapai ribuan. Di tubuh manusia, bahan kimia berbahaya ini meningkatkan risiko penyakit kanker.
- Dalam tubuh perokok pasif, bahan kimia berbahaya ini akan terkonsentrasi 50 kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.

Merokok merupakan penyebab berbagai macam penyakit berbahaya yang
mematikan. Pengguna rokok bukan hanya orang dewasa saja, tetapi sudah merambah
ke remaja hingga anak kecil. Merokok bukan hanya meningkatkan risiko terhadap
penyakit paru-paru saja, tetapi juga dapat meningkatkan risiko terkena penyakit
kanker paru-paru, emphysema, stroke, kanker mulut dan penyakit jantung. Dengan
berbagai dampak buruk kesehatan, menghisap rokok bukanlah aktivitas yang baik,
baik bagi diri sendiri, maupun orang lain.
Dampak bagi
orang yang merokok
Ø perokok pasif
perokok pasif: orang yang tidak
merokok, tapi berada di sekitar orang yang merokok. dia menghirup asap tidak
langsung dari rokok dan tanpa melalui filter.
Merokok memiliki banyak dampak
buruk bagi kesehatan. Merokok juga dapat merusak sistem kardiovaskular,
meningkatkan denyut jantung, menyebabkan tekanan darah tinggi, meningkatkan
risiko stroke, merusak pembuluh darah, mengurangi aliran darah ke jantung dan
mengurangi jumlah oksigen yang masuk ke jaringan tubuh.
Merokok bukan hanya merugikan bagi
yang orang merokok saja, tetapi juga orang yang di sekitarnya. Orang yang bukan
perokok yang di sekitar orang merokok dapat menghirup asap rokok. Orang seperti
ini disebut dengan perokok pasif atau perokok sekunder.
Risiko perokok pasif lebih tinggi
pada perempuan, anak-anak dan bayi. Asap rokok yang terhisap oleh anak-anak dan
bayi dapat menyebabkan asma, infeksi telinga, bahkan bayi yang menjadi perokok
pasif dapat mengalami sindrom kematian bayi.
Perokok pasif dapat mengalami
gejala seperti pembentukan lendir yang berlebihan pada saluran napas, batuk,
iritasi paru-paru, nyeri dada dan ada rasa tidak nyaman di dada. Perokok pasif
juga bisa merasa iritasi pada hidung, mata dan tenggorokan. Bila perokok pasif
mengalami nyeri dada, hal tersebut bisa dijadikan indikator bahwa seseorang
terkena penyakit jantung.
Ø
Pada
perokok aktif
perokok aktif: orang yang merokok.
merokok dapat meningkatkan risiko terkena penyakit
jantung, meningkatkan kadar kolesterol dalam darah, tekanan darah tinggi dan
diabetes. Selain menurunkan risiko terkena serangan jantung, menghentikan
kebiasaan merokok juga dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung
koroner. Menghentikan kebiasaan merokok perlu upaya fisik dan mental. Perokok
harus memahami bahaya dari merokok.
Jadi, dengan berbagai dampak buruk
kesehatan, merokok bukanlah merupakan kebiasaan yang baik dan merupakan
kebiasaan yang harus dihindari. Adalah langkah yang baik untuk meninggalkan
kebiasaan merokok.
maka sekarang, Ganti semboyan jadi..
Karena merokok itu berbahaya bagi diri kita dan orang lain,
mari hentikan sekarang juga!!!
orang yang perokok aktif juga pasti adalah perokok pasif.
Karena ketika ia sedang merokok
maka disebut perokok aktif, namun ketika ia tidak sedang merokok dan berada
disekitar orang yang merokok maka ia disebut sebagai perokok pasif. atau ketika
ia sedang merokok pasti ada saat dimana asap rokok terhirup langsung tanpa
melewati filter, maka ia disebut pula sebagai perokok pasif.

Kandungan
dalam asap rokok:
1. TAR (Total Aerosol Residue) : semacam zat sisa pembakaran
tembakau yang sifatnya menempel pada paru-paru.
2. Karbon Monoksida atau CO : gas beracun yang mengakibatkan
berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen
3. Nikotin : Salah satu jenis obat perangsang yang merusak
fungsi jantung dan membuat pemakainnya kecanduan
Bahan diatas merupakan zat paling berbahaya yang terkandung dalam
sebatang rokok. Tapi rokok juga terdiri dari sekitar 4000 zat lain yang juga
sama berbahayanya, antara lain:
• Hidrogen Cyanide : gas yang sering dipakai untuk
mengeksekusi narapidana hukuman mati
• Ammonia : zat kimia yang terkandung di cairan pembersih
lantai
• Methanol : bahan bakar roket
• Butane : bahan pembuat korek api Sekitar 4000 bahan kimia
yang terkandung dalam rokok adalah zat karsinogen atau bisa menimbulkan kanker.
Dan dari sebatang rokok, asap yang
dihirup oleh perokok aktif hanya sekitar 15 % saja. Sisanya dibuang ke
lingkungan dan dihirup oleh perokok pasif. Asap rokok yang dihirup oleh perokok
pasif disebut side-stream smoke (asap samping).
Tapi, perokok pasif juga memiliki
kemungkinan menghirup mainstream smoke (asap utama yang dihisap si perokok)
jika jaraknya cukup dekat dengan perokok aktif. Mainstream dan sidestream yang
terpaksa dihisap oleh perokok pasif, kandungan bahan kimianya lebih tinggi
dibandingkan asap rokok utama yang masuk ke tubuh si perokok aktif. Hal ini
disebabkan karena tembakau terbakar pada temperature yang lebih rendah ketika
rokok sedang dihisap dan ini membuat pembakaran menjadi kurang sempurna efeknya
akan mengeluarkan lebih banyak bahan kimia.
Tapi jangan jadikan fakta diatas
sebagai pembenaran untuk kamu jadi perokok aktif. Bagaimanapun, perokok aktif
jelas lebih beresiko terserang banyak penyakit mematikan.
Menghirup
asap rokok orang lain lebih berbahaya dibandingkan menghisap rokok sendiri.
Bahkan bahaya yang harus ditanggung perokok pasif tiga kali lipat dari bahaya
perokok aktif.
Setyo Budiantoro dari Ikatan Ahli
Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) mengatakan, sebanyak 25 persen zat
berbahaya yang terkandung dalam rokok masuk ke tubuh perokok, sedangkan 75
persennya beredar di udara bebas yang berisiko masuk ke tubuh orang di
sekelilingnya.
Konsentrasi zat berbahaya di dalam
tubuh perokok pasif lebih besar karena racun yang terhisap melalui asap rokok
perokok aktif tidak terfilter. Sedangkan racun rokok dalam tubuh perokok aktif
terfilter melalui ujung rokok yang dihisap. "Namun konsentrasi racun
perokok aktif bisa meningkat jika perokok aktif kembali menghirup asap rokok
yang ia hembuskan."
Racun rokok terbesar dihasilkan oleh
asap yang mengepul dari ujung rokok yang sedang tak dihisap. Sebab asap yang
dihasilkan berasal dari pembakaran tembakau yang tidak sempurna.
Mengutip hasil kajian WHO, Budi
mengatakan, lingkungan bebas asap rokok merupakan satu-satunya strategi efektif
untuk memberikan perlindungan bagi perokok pasif.
Penyediaan smoking area juga tak
sepenuhnya melindungi para perokok pasif dari bahaya rokok. "Penyediaan
smoking area di dalam gedung sama halnya dengan kencing di sudut kolam renang,
akan menyatu juga," ujarnya. "Asap tetap akan menembus
ventilasi."
Data Global Youth Survey tahun
1999-2006, sebanyak 81 persen anak usia 13-15 tahun di Indonesia terpapar asap
rokok di tempat umum atau menjadi perokok pasif. "Padahal rata-rata
persentase dunia hanya 56 persen," ujarnya.
Survei tersebut juga menunjukkan,
lebih dari 150 juta penduduk Indonesia menjadi perokok pasif di rumah, di
perkantoran, di tempat umum, di kendaraan umum.
Sedangkan data Survei Sosial Ekonomi
Nasional 2004 menunjukkan, lebih dari 87 persen perokok aktif merokok di dalam
rumah ketika sedang bersama anggota keluarganya. Survei ini juga menemukan 71
persen rumah tangga memiliki pengeluaran untuk meroko






