Sabtu, 31 Agustus 2013

Diposting oleh Unknown di 08.16
Laporan Hasil Wawancara Mengenai “Rokok”






Nama Kelompok :
§     Nanda Panji       (17)
§     Nur Fitria R      (19)
§     Nurfitriana C    (20)
§     Praditya Hudi    (23)
§     Wishnu Kurnia   (33)
§     Zakky Rahmadi  (34)

SMA Negeri 20 Surabaya
Tahun Ajaran 2012-2013

Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lainnya.
Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung (walaupun pada kenyataannya itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali dipatuhi).
Jenis – Jenis Rokok :
Rokok berdasarkan bahan pembungkus.
  • Klobot: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun jagung.
  • Kawung: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun aren.
  • Sigaret: rokok yang bahan pembungkusnya berupa kertas.
  • Cerutu: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun tembakau.
Rokok berdasarkan bahan baku atau isi.
  • Rokok Putih: rokok yang bahan baku atau isinya hanya daun tembakau yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.
  • Rokok Kretek: rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau dan cengkeh yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.
  • Rokok Klembak: rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau, cengkeh, dan kemenyan yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.
Rokok berdasarkan proses pembuatannya.
  • Sigaret Kretek Tangan (SKT): rokok yang proses pembuatannya dengan cara digiling atau dilinting dengan menggunakan tangan dan atau alat bantu sederhana.
  • Sigaret Kretek Mesin (SKM): rokok yang proses pembuatannya menggunakan mesin. Sederhananya, material rokok dimasukkan ke dalam mesin pembuat rokok. Keluaran yang dihasilkan mesin pembuat rokok berupa rokok batangan. Saat ini mesin pembuat rokok telah mampu menghasilkan keluaran sekitar enam ribu sampai delapan ribu batang rokok per menit. Mesin pembuat rokok, biasanya, dihubungkan dengan mesin pembungkus rokok sehingga keluaran yang dihasilkan bukan lagi berupa rokok batangan namun telah dalam bentuk pak. Ada pula mesin pembungkus rokok yang mampu menghasilkan keluaran berupa rokok dalam pres, satu pres berisi 10 pak. Sayangnya, belum ditemukan mesin yang mampu menghasilkan SKT karena terdapat perbedaan diameter pangkal dengan diameter ujung SKT. Pada SKM, lingkar pangkal rokok dan lingkar ujung rokok sama besar.
Sigaret Kretek Mesin sendiri dapat dikategorikan kedalam 2 bagian :
  1. Sigaret Kretek Mesin Full Flavor (SKM FF): rokok yang dalam proses pembuatannya ditambahkan aroma rasa yang khas. Contoh: Gudang Garam International, Djarum Super dan lain-lain.
  2. Sigaret Kretek Mesin Light Mild (SKM LM): rokok mesin yang menggunakan kandungan tar dan nikotin yang rendah. Rokok jenis ini jarang menggunakan aroma yang khas. Contoh: A Mild, Clas Mild, Star Mild, U Mild, L.A. Lights, Surya Slims dan lain-lain.
Rokok berdasarkan penggunaan filter.
Dilihat dari komposisinya :
  1. Bidis: Tembakau yang digulung dengan daun temburni kering dan diikat dengan benang.Tar dan karbon monoksidanya lebih tinggi daripada rokok buatan pabrik. Biasaditemukan di Asia Tenggara dan India.
  2. Cigar: Dari fermentasi tembakau yang diasapi, digulung dengan daun tembakau. Adaberbagai jenis yang berbeda di tiap negara. Yang terkenal dari Havana, Kuba.
  3. Kretek: Campuran tembakau dengan cengkeh atau aroma cengkeh berefek mati rasa dan sakit saluran pernapasan. Jenis ini paling berkembang dan banyak di Indonesia.
  4. Tembakau langsung ke mulut atau tembakau kunyah juga biasa digunakan di AsiaTenggara dan India. Bahkan 56 persen perempuan India menggunakan jenis kunyah. Adalagi jenis yang diletakkan antara pipi dan gusi, dan tembakau kering yang diisap denganhidung atau mulut.
  5. Shisha atau hubbly bubbly: Jenis tembakau dari buah-buahan atau rasa buah-buahanyang disedot dengan pipa dari tabung. Biasanya digunakan di Afrika Utara, TimurTengah, dan beberapa tempat di Asia. Di Indonesia, shisha sedang menjamur seperti dikafe-kafe
Berikut sejumlah zat berbahaya yang terkandung di sebuah batang rokok:

Tar
- Dalam tubuh manusia, tar memicu terjadinya iritasi paru-paru dan kanker.
- Dalam tubuh perokok pasif, tar akan terkonsentrasi tiga kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.


Nikotin
- Dalam tubuh manusia menimbulkan efek adiksi atau candu yang memicu peningkatan konsumsi.

- Dalam tubuh perokok pasif, nikotin akan terkonsentrasi tiga kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.




Karbon Monoksidada
- Merupakan gas berbahaya yang dapat menurunkan kadar oksigen dalam tubuh. Pengikatan oksigen oleh karbon monoksida inilah yang kemudian memicu terjadinya penyakit jantung.

- Dalam tubuh perokok pasif, gas berbahaya ini akan terkonsentrasi tiga kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.




zat kimia yang terkandung pada rokok:

- Berupa gas dan zat berbahaya yang jumlahnya mencapai ribuan. Di tubuh manusia, bahan kimia berbahaya ini meningkatkan risiko penyakit kanker.

- Dalam tubuh perokok pasif, bahan kimia berbahaya ini akan terkonsentrasi 50 kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.

Merokok merupakan penyebab berbagai macam penyakit berbahaya yang mematikan. Pengguna rokok bukan hanya orang dewasa saja, tetapi sudah merambah ke remaja hingga anak kecil. Merokok bukan hanya meningkatkan risiko terhadap penyakit paru-paru saja, tetapi juga dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kanker paru-paru, emphysema, stroke, kanker mulut dan penyakit jantung. Dengan berbagai dampak buruk kesehatan, menghisap rokok bukanlah aktivitas yang baik, baik bagi diri sendiri, maupun orang lain.

Dampak bagi orang yang merokok
Ø perokok pasif
perokok pasif: orang yang tidak merokok, tapi berada di sekitar orang yang merokok. dia menghirup asap tidak langsung dari rokok dan tanpa melalui filter.
Merokok memiliki banyak dampak buruk bagi kesehatan. Merokok juga dapat merusak sistem kardiovaskular, meningkatkan denyut jantung, menyebabkan tekanan darah tinggi, meningkatkan risiko stroke, merusak pembuluh darah, mengurangi aliran darah ke jantung dan mengurangi jumlah oksigen yang masuk ke jaringan tubuh.
Merokok bukan hanya merugikan bagi yang orang merokok saja, tetapi juga orang yang di sekitarnya. Orang yang bukan perokok yang di sekitar orang merokok dapat menghirup asap rokok. Orang seperti ini disebut dengan perokok pasif atau perokok sekunder.
Risiko perokok pasif lebih tinggi pada perempuan, anak-anak dan bayi. Asap rokok yang terhisap oleh anak-anak dan bayi dapat menyebabkan asma, infeksi telinga, bahkan bayi yang menjadi perokok pasif dapat mengalami sindrom kematian bayi.
Perokok pasif dapat mengalami gejala seperti pembentukan lendir yang berlebihan pada saluran napas, batuk, iritasi paru-paru, nyeri dada dan ada rasa tidak nyaman di dada. Perokok pasif juga bisa merasa iritasi pada hidung, mata dan tenggorokan. Bila perokok pasif mengalami nyeri dada, hal tersebut bisa dijadikan indikator bahwa seseorang terkena penyakit jantung.
Ø  Pada perokok aktif
perokok aktif: orang yang merokok.
 merokok dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, meningkatkan kadar kolesterol dalam darah, tekanan darah tinggi dan diabetes. Selain menurunkan risiko terkena serangan jantung, menghentikan kebiasaan merokok juga dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung koroner. Menghentikan kebiasaan merokok perlu upaya fisik dan mental. Perokok harus memahami bahaya dari merokok.
Jadi, dengan berbagai dampak buruk kesehatan, merokok bukanlah merupakan kebiasaan yang baik dan merupakan kebiasaan yang harus dihindari. Adalah langkah yang baik untuk meninggalkan kebiasaan merokok.
maka sekarang, Ganti semboyan jadi..
Karena merokok itu berbahaya bagi diri kita dan orang lain, mari hentikan sekarang juga!!!
orang yang perokok aktif juga pasti adalah perokok pasif.
Karena ketika ia sedang merokok maka disebut perokok aktif, namun ketika ia tidak sedang merokok dan berada disekitar orang yang merokok maka ia disebut sebagai perokok pasif. atau ketika ia sedang merokok pasti ada saat dimana asap rokok terhirup langsung tanpa melewati filter, maka ia disebut pula sebagai perokok pasif.

Kandungan dalam asap rokok:
1. TAR (Total Aerosol Residue) : semacam zat sisa pembakaran tembakau yang sifatnya menempel pada paru-paru.
2. Karbon Monoksida atau CO : gas beracun yang mengakibatkan berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen
3. Nikotin : Salah satu jenis obat perangsang yang merusak fungsi jantung dan membuat pemakainnya kecanduan
Bahan diatas merupakan zat paling berbahaya yang terkandung dalam sebatang rokok. Tapi rokok juga terdiri dari sekitar 4000 zat lain yang juga sama berbahayanya, antara lain:

• Hidrogen Cyanide : gas yang sering dipakai untuk mengeksekusi narapidana hukuman mati
• Ammonia : zat kimia yang terkandung di cairan pembersih lantai
• Methanol : bahan bakar roket
• Butane : bahan pembuat korek api Sekitar 4000 bahan kimia yang terkandung dalam rokok adalah zat karsinogen atau bisa menimbulkan kanker.
Dan dari sebatang rokok, asap yang dihirup oleh perokok aktif hanya sekitar 15 % saja. Sisanya dibuang ke lingkungan dan dihirup oleh perokok pasif. Asap rokok yang dihirup oleh perokok pasif disebut side-stream smoke (asap samping).
Tapi, perokok pasif juga memiliki kemungkinan menghirup mainstream smoke (asap utama yang dihisap si perokok) jika jaraknya cukup dekat dengan perokok aktif. Mainstream dan sidestream yang terpaksa dihisap oleh perokok pasif, kandungan bahan kimianya lebih tinggi dibandingkan asap rokok utama yang masuk ke tubuh si perokok aktif. Hal ini disebabkan karena tembakau terbakar pada temperature yang lebih rendah ketika rokok sedang dihisap dan ini membuat pembakaran menjadi kurang sempurna efeknya akan mengeluarkan lebih banyak bahan kimia.

Tapi jangan jadikan fakta diatas sebagai pembenaran untuk kamu jadi perokok aktif. Bagaimanapun, perokok aktif jelas lebih beresiko terserang banyak penyakit mematikan.


Menghirup asap rokok orang lain lebih berbahaya dibandingkan menghisap rokok sendiri. Bahkan bahaya yang harus ditanggung perokok pasif tiga kali lipat dari bahaya perokok aktif.
Setyo Budiantoro dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) mengatakan, sebanyak 25 persen zat berbahaya yang terkandung dalam rokok masuk ke tubuh perokok, sedangkan 75 persennya beredar di udara bebas yang berisiko masuk ke tubuh orang di sekelilingnya.

Konsentrasi zat berbahaya di dalam tubuh perokok pasif lebih besar karena racun yang terhisap melalui asap rokok perokok aktif tidak terfilter. Sedangkan racun rokok dalam tubuh perokok aktif terfilter melalui ujung rokok yang dihisap. "Namun konsentrasi racun perokok aktif bisa meningkat jika perokok aktif kembali menghirup asap rokok yang ia hembuskan."
Racun rokok terbesar dihasilkan oleh asap yang mengepul dari ujung rokok yang sedang tak dihisap. Sebab asap yang dihasilkan berasal dari pembakaran tembakau yang tidak sempurna.
Mengutip hasil kajian WHO, Budi mengatakan, lingkungan bebas asap rokok merupakan satu-satunya strategi efektif untuk memberikan perlindungan bagi perokok pasif.
Penyediaan smoking area juga tak sepenuhnya melindungi para perokok pasif dari bahaya rokok. "Penyediaan smoking area di dalam gedung sama halnya dengan kencing di sudut kolam renang, akan menyatu juga," ujarnya. "Asap tetap akan menembus ventilasi."
Data Global Youth Survey tahun 1999-2006, sebanyak 81 persen anak usia 13-15 tahun di Indonesia terpapar asap rokok di tempat umum atau menjadi perokok pasif. "Padahal rata-rata persentase dunia hanya 56 persen," ujarnya.
Survei tersebut juga menunjukkan, lebih dari 150 juta penduduk Indonesia menjadi perokok pasif di rumah, di perkantoran, di tempat umum, di kendaraan umum.
Sedangkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional 2004 menunjukkan, lebih dari 87 persen perokok aktif merokok di dalam rumah ketika sedang bersama anggota keluarganya. Survei ini juga menemukan 71 persen rumah tangga memiliki pengeluaran untuk meroko

















0 komentar:

Posting Komentar

 

anything Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review